Don’t be SLUGGISH!

Ibnu Mas’ud -Radhiallaahu ‘Anhu: “Sesungguhnya kebaikan itu menjadikan wajah bersinar (berseri-seri), hati bercahaya, rizki lapang, badan kuat dan cinta di hati manusia. Dan sesungguhnya keburukan itu menjadikan wajah hitam (suram), hati gelap, badan lemah, rizki berkurang dan benci di hati manusia.” (Al-Jawaabul Kaafi, karya Ibnul Qayyim hlm 62)

Persiapan Terakhir Menuju Hari Akhir

Hari kiamat adalah hari di mana seluruh manusia dibangkitkan dan diperhitungkan amalnya. Pada hari ini akan dikuak seluruh rahasia-rahasia dan dikeluarkan segala sesuatu yang dahulu tersembunyi dalam hati. Ketika itu seluruh manusia akan menyesali dirinya sendiri, orang yang kafir akan menyesali kekafirannya, orang yang zholim akan menyesali kezholimannya dan bahkan orang yang beramal sholih pun juga menyesal kenapa dahulu hanya sedikit amalnya. Sekecil apapun kebaikan atau sesedikit apapun keburukan pasti akan didatangkan balasannya. Wahai kaum muslimin, tidakkah engkau sadar dan segera keluar dari ketenggelaman dalam lautan dunia? Waktu yang diberikan untuk beramal di dunia hanyalah secuil umurmu. Ingatlah secuil ini adalah waktu yang amat menentukan kehidupan abadi di akhirat.

Alloh ‘azza wa jalla berfirman,
“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Alloh mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari.” (QS. Yunus: 45)

Kiamat Sudah Dekat

Waktu demi waktu terus berlalu, namun betapa diri kita masih menunda-nunda mempersiapkan diri menghadapi hari itu, Alloh ‘azza wa jalla berfirman,

”Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS. Al Anbiya: 1)

Sebagian orang menunda-nunda untuk kembali kepada Alloh dan lambat amalnya, sebagian yang lain terjerumus ke dalam kelalaian dan dosa. Lantas, kapan kita bergegas membekali diri ini dengan iman dan amal shalih? Duhai, kerugian manalagi yang lebih mematikan selain kelalaian menghadapi akhirat dan merasa aman akan datangnya siksa Alloh. Padahal azab Alloh dapat turun sementara engkau sedang tidur atau bermain-main.

Alloh jalla wa ‘ala berfirman,
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Alloh dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.” (QS. Al Hadiid: 16)

Dua Bekal Utama

Ketahuilah menghadapi hari akhir tidaklah semudah menghadapi ujian yang bisa dikebut belajar semalaman, namun membutuhkan persiapan panjang tidak kenal lelah. Hendaklah setiap muslim untuk bersegera dalam mempersiapkan bekal dirinya menghadapi Robbnya.

Bekal penting utama dan pertama ialah iman. Dengan iman yang kokoh inilah hati kita akan diteguhkan di tengah ombak keras ujian hidup. Dengan iman inilah Alloh akan memberikan kemantapan seseorang dalam menjawab pertanyaan kubur sebagaimana firman-Nya,

“Alloh meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim: 27)

Kehidupan di akhirat di sini maksudnya kehidupan dalam kubur.

Bekal kedua ialah amal shalih, yang dengan amal shalih inilah yang akan memasukkan kita ke dalam surga

“Sesungguhnya Alloh memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.” (QS. Al Hajj: 14)

Jangan Tunda Lagi !!

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau pengembara.” Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhu berkata, “Jika engkau di waktu sore hari, maka jangan menunggu pagi hari dan jika engkau dipagi hari janganlah menunggu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum kamu mati.” (HR. Bukhari)

Kaum muslimin sekalian, tidaklah iman dan amal sholih tercapai melainkan dengan ilmu. Maka jangan tunda lagi untuk menuntut ilmu syar’i agar kita dapat meningkatkan keimanan, takwa serta amal sholih dalam setiap waktu dan kesempatan yang kita miliki. Wallohu ‘alam.
maraji’

http://www.muslim.or.id.

Abu Ibrahim R Indra P. (Alumni Ma’had Ilmi)

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: